Pupuk Tak Selalu Sesuai Kuota, Seruyan Siapkan eRDKK 2027 Lebih Cermat
SERUYAN – Pupuk yang diterima petani di Kecamatan Seruyan Hilir Timur selama ini kerap berada di bawah kuota yang diusulkan melalui elektronik Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (eRDKK). Kondisi tersebut menjadi salah satu temuan yang dibahas BRMP Kalimantan Tengah bersama penyuluh, pemerintah desa, kelompok tani, dan kios pupuk dalam persiapan eRDKK 2027 (18/9/2026).
Koordinasi yang berlangsung di Kantor BPP Seruyan Hilir Timur tersebut juga membahas penguatan Luas Tambah Tanam (LTT) dan persiapan program pupuk bersubsidi 2027. Hadir PPL CWS BRMP, Ketua Tim Kerja, PPL Seruyan Hilir Timur, kepala desa, gabungan kelompok tani (gapoktan), kelompok tani (poktan), serta kios pupuk.
Menghadapi pembukaan input eRDKK 2027, kelompok tani diminta segera mengumpulkan formulir kepada penyuluh untuk selanjutnya dilakukan penginputan sesuai ketentuan pemerintah. Data yang disampaikan perlu menggambarkan kondisi dan kebutuhan usaha tani secara tepat agar dapat menjadi dasar perencanaan kebutuhan pupuk bersubsidi.
Persoalan di lapangan menunjukkan bahwa jumlah pupuk yang diterima belum selalu mengikuti kuota yang diajukan. Untuk menyiasatinya, masyarakat desa membuat kesepakatan membagi pupuk yang tersedia secara merata kepada seluruh petani.
Pembagian tersebut membuat seluruh petani tetap memperoleh pupuk, tetapi jumlah yang diterima masing-masing petani menjadi terbatas. Akibatnya, dosis aplikasi di tingkat petani tidak selalu dapat mengikuti dosis anjuran.
Kondisi tersebut menjadi bahan evaluasi dalam persiapan eRDKK 2027. Perencanaan kebutuhan pupuk perlu disusun berdasarkan kondisi usaha tani dan data kelompok yang akurat, sekaligus tetap mengikuti persyaratan serta ketentuan yang berlaku.
Dalam pertemuan juga disampaikan bahwa penebusan pupuk bersubsidi pada 2027 direncanakan berlangsung dalam dua periode tanam, yaitu Januari–Juni dan Juli–Desember 2027. Informasi ini menjadi bagian dari persiapan kelompok tani dalam menyusun kebutuhan sarana produksi untuk musim tanam mendatang.
Melalui koordinasi bersama penyuluh, pemerintah desa, kelompok tani, gapoktan, dan kios pupuk, BRMP Kalteng mendorong penguatan sinergi sejak tahap perencanaan. Langkah ini diharapkan dapat mendukung pencapaian target LTT sekaligus meningkatkan ketepatan perencanaan dan pemanfaatan pupuk bersubsidi pada musim tanam 2027.